Cerita di Balik Unggahan Viral Kenshi Yonezu: Animasi Fanart “Reze Dance” dari Chainsaw Man.

Unggahan Viral Kenshi Yonezu Animasi Fanart “Reze Dance” dari Chainsaw Man.

Unggahan Viral Kenshi Yonezu Animasi Fanart “Reze Dance” dari Chainsaw Man. Pada pertengahan Desember 2025, nama Kenshi Yonezu kembali menjadi sorotan publik internasional bukan hanya karena musiknya. Tetapi juga karena sebuah unggahan animasi singkat yang mendadak viral dan memecahkan rekor dalam jagat media sosial. Animasi tersebut menampilkan Reze — karakter dari franchise Chainsaw Man — menari mengikuti irama lagu “IRIS OUT”. Tema utama dari film Chainsaw Man – The Movie: Reze Arc yang di rilis tahun ini. Unggahan ini meraih jumlah likes dan views yang luar biasa. Bahkan mencatatkan rekor baru di platform X (sebelumnya Twitter) di Jepang.

Fenomena ini bukan sekadar soal angka. Ia mencerminkan perpaduan seni musik, animasi, dan fan culture yang berhasil melepaskan diri dari batas-batas media konvensional. Sebuah gelombang budaya pop modern yang sekarang melintasi negara dan komunitas.

Unggahan Rekor Cerita di Balik Unggahan Viral Kenshi Yonezu

Pada 12 Desember 2025, Kenshi Yonezu mem-posting sebuah video animasi berdurasi 17 detik di platform X. Video itu menampilkan Reze, karakter populer dari adaptasi manga anime Chainsaw Man. Tampil menari energetik di iringi lagu “IRIS OUT”, yang di susun dan di bawakan sendiri oleh Yonezu. Dalam waktu singkat, unggahan itu mencatatkan angka yang mencengangkan: lebih dari 142 juta tayangan dan lebih dari 1,4 juta likes. Menjadikannya salah satu unggahan dengan likes terbanyak sepanjang sejarah di Jepang.

Angka ini bahkan melampaui rekor lama yang sebelumnya di pegang oleh unggahan komik web terpopuler lain. Bukan hanya di X, video versi lengkapnya juga menjadi viral di berbagai platform lain. Seperti YouTube, TikTok, dan Instagram, mencapai jutaan tampilan dalam hitungan hari saja.

Apa Itu “Reze Dance”? Cerita di Balik Unggahan Viral Kenshi Yonezu

Animasi yang di unggah tersebut menampilkan figur Reze yang menari. Dengan gerakan yang di sinkronkan secara dinamis dengan beat lagu IRIS OUT. IRIS OUT sendiri adalah lagu utama versi opening film Chainsaw Man The Movie Reze Arc Yang dirilis secara digital Sejak 15 September 2025 sebagai bagian dari soundtrack film. Lagu ini telah meraih posisi tinggi pada berbagai tangga musik dan menjadi sangat populer. Bahkan kembali memuncaki beberapa chart di Jepang.

Produksi animasi di dukung oleh studio MAPPA — studio yang juga memproduksi versi anime Chainsaw Man dan sekuelnya yang sangat di nanti. Sementara animasi pendek Reze Dance secara khusus mencuri perhatian karena kualitasnya yang halus, ritme yang menarik, serta koreografi yang berhasil menyatu dengan musik, meski berdurasi singkat.

Musik dan Fanart Cerita di Balik Unggahan Viral Kenshi Yonezu

Fenomena “Reze Dance”ini melampaui sekadar promosi film atau lagu. Ia menunjukkan bagaimana music video, animasi fanart, dan budaya visual bisa bersinergi menjadi satu karya yang memengaruhi jutaan orang.

Pengguna media sosial, terutama komunitas anime dan penggemar Chainsaw Man, menyebarkan ulang animasi tersebut dengan berbagai interpretasi kreatif. Banyak yang membuat remix video, fan subtitle, dan bahkan merespons dengan fanart versi mereka sendiri di platform seperti TikTok dan Instagram. Reaksi seperti ini menunjukkan bahwa animasi singkat itu telah menjadi semacam “kanvas” bagi kreativitas komunitas global.

Uniknya, fenomena ini juga meningkat berkat daya tarik yang di bawa oleh lagu IRIS OUT itu sendiri. Sebuah karya musik yang tidak lepas dari karakteristik khas Yonezu penuh energi, ritmis, sekaligus memiliki daya emosional yang kuat yang membuatnya mudah disambut baik oleh penggemar anime maupun pendengar musik umum.

Relevansi Film “Chainsaw Man – The Movie: Reze Arc”

Film anime Chainsaw Man – The Movie: Reze Arc memegang peran penting dalam fenomena ini. Di adaptasi dari arc yang sangat populer dalam manga karya Tatsuki Fujimoto, film ini menceritakan kisah romansa dan konflik antara Denji dan Reze — sebuah bagian yang sudah lama di nantikan oleh fanbase global.

Reze Dance bukan hanya sekadar animasi pendek. Ia menjadi representasi visual dari emosi dan identitas film itu sendiri: kelam namun enerjik, penuh kejutan namun juga punya daya tarik estetika tinggi — semua di bungkus lewat musik Yonezu yang kuat.

Sementara filmnya meraih kesuksesan besar di bioskop internasional, animasi yang di posting Yonezu telah turut memperluas dampak budaya film tersebut, terutama di ranah digital. Banyak penonton yang justru pertama kali “terkenal” dengan film tersebut lewat animasi singkat ini, sebelum akhirnya mencari selengkapnya tentang film dan musiknya.

Media Sosial Sebagai Arena “Fanart Resmi”?

Peristiwa ini juga memicu diskusi lebih luas tentang peran media sosial dalam memperluas jangkauan karya kreatif. Apa yang awalnya hanya sebuah unggahan pendek, kini menjadi elemen inti dalam percakapan global tentang Chainsaw Man, musik anime, dan fan engagement.

Beberapa pengamat budaya pop menyebut fenomena ini sebagai contoh bagaimana media sosial telah mengaburkan garis antara fanart dan karya resmi. Animasi yang di unggah sendiri oleh pencipta lagu, Yonezu, di anggap memiliki nilai kreatif setara dengan karya anime besar — meskipun berdurasi sangat pendek. Hal ini menunjukkan bagaimana bentuk karya visual berukuran kecil pun kini bisa memiliki dampak budaya yang sangat besar.

Bukan hanya sekadar trend, fenomena ini membuka peluang baru dalam diskusi tentang hak cipta, kolaborasi antara musisi dan animator, serta bentuk penghargaan terhadap karya penggemar yang berkualitas tinggi. Karena animasi ini sendiri datang dari kanal resmi Kenshi Yonezu, ia menjadi semacam “jembatan” antara dunia industri musik profesional dan dunia kreatif penggemar di ranah digital.

Baca Juga :

Anime Demon Slayer Infinity Castle Jadi Sorotan Penggemar di Seluruh Dunia

Reaksi Penggemar dan Dampak Budaya Global

Tanggapan di komunitas online sangat beragam. Banyak pengguna yang merasa bahwa unggahan Yonezu membawa kembali nostalgia terhadap era awal anime dan musik Jepang yang saling bertaut kuat. Di Reddit, unggahan tersebut di rayakan luas oleh pengguna dari berbagai negara, yang mencatat reaksi positif terhadap kualitas animasi serta musiknya — bahkan tanpa subtitle atau konteks cerita detail.

Banyak juga yang membuat versi reaction video, re-edit, dan versi parodi dari animasi singkat tersebut, yang masing-masing ikut viral di platform-platform seperti TikTok dan Instagram. Ini menunjukkan bahwa efek unggahan bukan hanya pada angka statistik, tetapi juga dalam menciptakan semacam “tren kreatif” yang bergerak secara global.

Beberapa creator konten bahkan menyatakan bahwa fenomena ini membantu memperkenalkan Chainsaw Man ke penonton yang sebelumnya tidak tertarik pada anime — menunjukkan betapa kuatnya pengaruh media sosial dalam lintas genre dan audiens.

Apa Arti Fenomena Ini bagi Industri Musik dan Animasi?

Kejadian ini menandai momen penting. Di mana musik anime, media sosial, dan budaya visual fanart saling bersinggungan dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kenshi Yonezu bukan hanya seorang musisi. Dia telah menjadi bagian dari strategi promosi film yang tak terduga namun sangat efektif. Menggunakan konten pendek dan kreatif untuk menarik perhatian global.

Fenomena “Reze Dance” Cerita di Balik Unggahan Viral Kenshi Yonezu

Konten singkat bisa memecahkan rekor internasional bahkan di banding unggahan top media lain.

Musik anime dapat memiliki daya tarik lintas audiens, dari fan anime hardcore hingga pendengar musik umum.

Fan engagement modern kini terjadi dalam bentuk multimedia, bukan hanya teks dan gambar tapi animasi singkat yang bisa viral global.

Kreativitas Melampaui Batas

Kenshi Yonezu kembali menunjukkan dirinya bukan sekadar musisi populer, tetapi juga pencipta tren budaya digital. Unggahan animasi singkat Reze Dancing to IRIS OUT telah menjadi bukti nyata. Bagaimana karya multimedia kecil dapat menjadi fenomena global yang melampaui batas genre tradisional.

Ini juga menjadi pengingat kuat bahwa media sosial bukan hanya arena hiburan, tetapi ruang kreatif yang mampu menciptakan budaya baru. Di mana musik, animasi, fanart, dan profesionalisme saling bersinggungan dan membentuk narasi besar di kancah budaya populer global.

Di akhir 2025, nama Kenshi Yonezu tidak hanya identik dengan lagu-lagu hits. Tetapi juga dengan sebuah momen digital yang akan di kenang sebagai salah satu contoh kuat kolaborasi kreatif era modern. Apakah ini awal dari tren baru di mana artist resmi berkolaborasi dengan animasi singkat untuk menciptakan karya virality? Waktu akan menjawabnya.