MBTI Mengenal Tipe Kepribadian dan Cara Kerjanya. Tes kepribadian MBTI (Myers-Briggs Type Indicator) merupakan salah satu alat pengenalan diri yang paling populer di dunia. Seiring perkembangan zaman, khususnya di era media sosial saat ini, banyak orang dengan mudah menyebut dirinya sebagai INFJ, ENFP, INTJ, atau tipe kepribadian lainnya.
Namun demikian, MBTI tidak hanya digunakan sebagai hiburan semata. Dalam praktiknya, MBTI juga banyak dimanfaatkan dalam dunia pendidikan, proses rekrutmen kerja, pengembangan sumber daya manusia, hingga konseling karier.
Meski begitu, di balik popularitasnya yang tinggi, masih banyak orang yang belum benar-benar memahami apa itu MBTI, bagaimana sistem klasifikasinya, serta makna mendalam dari masing-masing tipe kepribadian.
MBTI Mengenal Sejarah Singkat dan Dasar Teori
Untuk memahami MBTI secara utuh, penting untuk meninjau latar belakang sejarahnya terlebih dahulu. MBTI dikembangkan dan disebarluaskan oleh Katharine Cook Briggs dan putrinya, Isabel Briggs Myers, pada pertengahan abad ke-20. Pengembangan ini tidak lepas dari inspirasi teori Psychological Types yang dikemukakan oleh psikiater Swiss, Carl Gustav Jung.
Menurut Jung, perilaku manusia tidak bersifat acak. Sebaliknya, perilaku tersebut dipengaruhi oleh pola psikologis tertentu yang relatif konsisten. Berdasarkan pemikiran inilah, Briggs dan Myers kemudian menyusun MBTI sebagai alat bantu untuk memahami preferensi psikologis seseorang, terutama dalam hal:
-
Cara memperoleh energi
-
Cara memproses informasi
-
Cara mengambil keputusan
-
Cara mengatur kehidupan sehari-hari
Perlu ditekankan, MBTI bukanlah tes kecerdasan, bukan alat diagnosis klinis, dan bukan pula pengukur kepribadian yang mutlak. Oleh karena itu, MBTI lebih tepat dipahami sebagai alat refleksi diri, bukan sebagai label permanen.
MBTI Mengenal Empat Dimensi Utama
Secara konseptual, MBTI terdiri dari empat pasang preferensi utama. Keempat dimensi ini menggambarkan kecenderungan alami seseorang dalam berpikir, merasakan, dan bertindak.
1. MBTI Mengenal Ekstrovert (E) vs Introvert (I): Sumber Energi
Pertama, dimensi ini menjelaskan dari mana seseorang memperoleh energi mentalnya.
Ekstrovert (E)
Ekstrovert mendapatkan energi dari interaksi sosial, diskusi, dan aktivitas luar. Oleh karena itu, mereka cenderung berpikir sambil berbicara dan merasa nyaman berada di lingkungan yang ramai.
Sebaliknya, Introvert (I) mendapatkan energi dari refleksi, waktu sendiri, dan aktivitas yang lebih tenang. Mereka biasanya berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara serta menyukai interaksi yang lebih mendalam.
Perlu di luruskan, introvert bukan berarti pemalu, dan ekstrovert bukan berarti tidak bisa menikmati waktu sendiri. Perbedaan ini murni berkaitan dengan sumber energi mental.
2. MBTI Mengenal Sensing (S) vs Intuition (N): Cara Memproses Informasi
Selanjutnya, dimensi ini berkaitan dengan cara seseorang menerima dan mengolah informasi.
Sensing (S)
Sensing berfokus pada fakta, detail, pengalaman nyata, dan hal-hal yang dapat diamati secara langsung. Oleh sebab itu, mereka cenderung praktis dan realistis.
Sementara itu,
Intuition (N) lebih berfokus pada pola, makna, ide besar, serta kemungkinan di masa depan. Mereka cenderung berpikir konseptual dan imajinatif.
Secara sederhana, Sensing bertanya “apa yang terjadi sekarang?”, sedangkan Intuition bertanya “apa maknanya dan ke mana arahnya?”.
Baca Juga :
7 Inspirasi Terbaik untuk Contoh Kreatif dan Inovatif Bisnis dan Kehidupan
3. MBTI Mengenal Thinking (T) vs Feeling (F): Cara Mengambil Keputusan
Dimensi ketiga menjelaskan bagaimana seseorang membuat keputusan.
Thinking (T) Thinking mengutamakan logika, objektivitas, dan konsistensi. Keputusan di ambil berdasarkan analisis rasional dan prinsip yang jelas.
Di sisi lain, Feeling (F) lebih mengutamakan nilai, empati, serta dampak emosional terhadap orang lain. Keputusan di pertimbangkan dari sisi kemanusiaan dan hubungan sosial.
Penting untuk dicatat, Feeling bukan berarti tidak rasional, dan Thinking bukan berarti tidak memiliki empati.
4. Judging (J) vs Perceiving (P): Gaya Hidup
Terakhir, dimensi ini menggambarkan gaya hidup dan cara seseorang menghadapi dunia luar.
Judging (J)
Individu dengan preferensi Judging menyukai struktur, rencana, jadwal, dan kepastian. Mereka merasa nyaman ketika segala sesuatu terorganisir dengan baik.
Sebaliknya,
Perceiving (P) cenderung fleksibel, spontan, dan terbuka terhadap perubahan. Mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan situasi yang ada.
Tipe Kepribadian Klasifikasi Tipe Kepribadian
Berdasarkan keempat dimensi tersebut, terbentuklah tipe kepribadian MBTI, masing-masing dengan karakteristik, kekuatan, dan tantangan yang unik.
(Daftar tipe dapat di pertahankan seperti versi Anda karena isinya sudah jelas; transisi antar poin sudah cukup dengan penomoran.)
MBTI Mengenal Manfaat dan Batasan
Secara umum, MBTI memiliki berbagai manfaat, terutama dalam:
-
Pengembangan diri
-
Komunikasi interpersonal
-
Kerja tim
-
Perencanaan karier
Namun demikian, MBTI tidak boleh di jadikan label yang kaku. Kepribadian manusia bersifat dinamis dan dapat berkembang seiring waktu, pengalaman, serta lingkungan.
Pada akhirnya, MBTI membantu kita memahami bahwa setiap orang memiliki cara berpikir, merasa, dan bertindak yang berbeda. Dengan memahami 16 tipe kepribadian MBTI secara lebih mendalam, kita dapat lebih menghargai perbedaan, mengoptimalkan potensi diri, dan membangun hubungan yang lebih sehat. Berbeda dari anggapan umum, MBTI bukan tentang membatasi diri, melainkan membuka kesadaran bahwa setiap tipe kepribadian memiliki peran dan nilai unik dalam kehidupan.
